Rabu, 06 Juni 2018

Sekolah Danlap 2018 : Day 4, Berpikir Kritis dan Komprehensif


Sekolah Danlap 2018 : Day 4

Berpikir Kritis dan Komprehensif

Hari ini tidak seperti biasanya, kami dituntut untuk hadir 1 jam lebih cepat dari biasanya. Dan tidak seperti biasanya, hari ini para Kingsmen benar – benar membuat sang Ratu kecewa. Dengan tanpa ragu terbesit sedikit pun pada hatinya serta penuh kasih sayang ia tekankan di setiap tutur katanya, dia mengingatkan dan menyadarkan kembali kami para Kingsmen untuk sadar bahwa perang memperjuangkan tanah pangripta bukanlah sebuah permainan dan masih jauh dari kata berakhir. Sang Ratu menekankan bahwa performa kami para Kingsmen kali ini turun drastis, penilaian tersebut didapat dengan melihat para Kingsmen melakukan 3 kesalahan fatal yang lebih buruk dibandingkan yang pernah dilakukan sebelumnya, yakni terlambat datang pada pertemuan hingga 7 menit, terlambat mengumpulkan tugas hingga belasan jam dan kesigapan kami turun. Pemberlakuan hukuman pun dilakukan seperti biasa.

Namun hari ini saya, Sir Galahad, tanpa mematahkan pendapat sang Ratu atas kesalahan – kesalahan kami, tetap merasa sedikit kecewa pada awalnya karena sang Ratu memaparkan kesalahan kami tanpa mengetahui terlebih dahulu apa – apa tuntutan eksternal masing – masing dari kami, termasuk saya. Beberapa hari kebelakang hingga hari ini, saya merasa banyak sekali tuntutan – tuntutan eksternal yang menurut saya menghambat kinerja dan performa saya. Yang bermasalah adalah, tuntutan tersebut berasal dari orang tua saya. Saya harus bisa menimbang dan tentunya berpikir lebih panjang disini dimana saya terancam tidak diperbolehkan mengikuti pertemuan meja bundar bersama Kingsmen lainnya sama sekali lagi apabila tidak memenuhi tuntutan tersebut.

Terlepas dari itu, hari ini para Kingsmen didatangkan seorang pemateri yang melegenda. Dia sang ‘Kuda Hitam’ kini hadir ditengah para Kingsmen untuk menurunkan pengalaman dan pengetahuannya yang sudah sangat banyak dalam membela tanah pangripta. Hari ini materinya berkenaan dengan sosok seorang Danlap yang harus bisa membawakan materi nanti di lapangan dengan menggunakan berbagai strategi dan siasat yang sudah direncanakan dengan sangat matang. Namun untuk bisa mendapatkan serta mematangkan strategi dan siasat tersebut, seorang Danlap harus memiliki satu keahlian khusus yang harus bertaraf lebih tinggi dibandingkan orang – orang disekitarnya, yakni berpikir Kritis dan Komprehensif. Berpikir Kritis memiliki arti bahwa kita seorang Danlap harus berpikir secara mendalam dalam memahami suatu isu atau masalah. Parameter seseorang sudah berpikir Kritis atau belum adalah orang tersebut sudah menjiwai 3 hal dalam pola pikirnya atau belum, yakni Intuitif, Evaluatif dan Kreatif. Intuitif adalah berusaha mendeteksi keberadaan dan memahami isu dan permasalahan yang ada disekitar kita. Evaluatif adalah selalu memaparkan gagasan disertai gerakan pasti yang nyata dan solutif dalam menanggapi masalah tersebut. Kreatif adalah berusaha untuk senantiasa berpikir rasional dan memanfaatkan logika, mengombinasikan pengetahuan dalam pengalaman, sehingga seorang Danlap dapat memberikan sebuah kebijakan dan keputusan yang tidak terkesan bodoh dan sempit. Namun pemikiran yang kritis tidak akan pernah tertanam dalam pikiran kita apabila kita belum bisa berpikir secara Komprehensif. Berpikir Komprehensif adalah berpikir secara luas, radikal dan menyeluruh. Pola pikir yang menuntut kita untuk mengenali suatu masalah tidak dari satu sudut pandang saja dan mendalam hingga ke akarnya. Dengan adanya dua pola pikir tersebut, seorang Danlap di lapangan akan dapat merespon suatu masalah yang terjadi dengan cepat tanggap dan tepat tanggap serta dapat meningkatkan keseganan peserta terhadap pribadi Danlap tersebut. Keseganan tersebut akan timbul seiring Danlap tersebut dapat menyikapi permasalahan yang sedang terjadi di tengah peserta dengan tindakan maupun kebijakan yang beresensi mendalam, rasional dan pendapatnya tidak terkesan sempit. Begitu pula pada masa persiapan dengan tim mamet akan dapat memberikan saran metode yang mungkin lebih baik serta pertimbangan – pertimbangan yang tidak sempat dipertimbangkan oleh tim mamet. Dan terlepas dari hal – hal tersebut, berpikir Kritis dan Komprehensif adalah dasar pola pikir yang harus dimiliki seorang perencana itu sendiri.

Dari materi ini pun saya sadar dan merasa bahwa saya harus menceritakan apa – apa yang selama ini menghambat kinerja dan performa saya dalam mengikuti sekdan ini. Saya harus membantu sang Ratu dan rekan – rekan saya yang lain untuk berpikir Kritis dan Komprehensif dalam menyikapi saya yang merupakan salah satu biang kerok permasalahan di angkatan karena adanya tuntutan eksternal tersebut. Dan begitulah yang terjadi hari ini.. Ketentraman dan kemuliaan kembali hadir pada meja bundar para Kingsmen.. Perjuangan masih panjang..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar