Sekolah Danlap 2018 : Day 4
Berpikir Kritis dan
Komprehensif
Hari ini tidak seperti
biasanya, kami dituntut untuk hadir 1 jam lebih cepat dari biasanya. Dan tidak
seperti biasanya, hari ini para Kingsmen
benar – benar membuat sang Ratu kecewa. Dengan tanpa ragu terbesit sedikit pun
pada hatinya serta penuh kasih sayang ia tekankan di setiap tutur katanya, dia
mengingatkan dan menyadarkan kembali kami para Kingsmen untuk sadar bahwa perang memperjuangkan tanah pangripta
bukanlah sebuah permainan dan masih jauh dari kata berakhir. Sang Ratu
menekankan bahwa performa kami para Kingsmen
kali ini turun drastis, penilaian tersebut didapat dengan melihat para Kingsmen melakukan 3 kesalahan fatal
yang lebih buruk dibandingkan yang pernah dilakukan sebelumnya, yakni terlambat
datang pada pertemuan hingga 7 menit, terlambat mengumpulkan tugas hingga
belasan jam dan kesigapan kami turun. Pemberlakuan hukuman pun dilakukan
seperti biasa.
Namun hari ini saya, Sir
Galahad, tanpa mematahkan pendapat sang Ratu atas kesalahan – kesalahan kami,
tetap merasa sedikit kecewa pada awalnya karena sang Ratu memaparkan kesalahan
kami tanpa mengetahui terlebih dahulu apa – apa tuntutan eksternal masing –
masing dari kami, termasuk saya. Beberapa hari kebelakang hingga hari ini, saya
merasa banyak sekali tuntutan – tuntutan eksternal yang menurut saya menghambat
kinerja dan performa saya. Yang bermasalah adalah, tuntutan tersebut berasal
dari orang tua saya. Saya harus bisa menimbang dan tentunya berpikir lebih
panjang disini dimana saya terancam tidak diperbolehkan mengikuti pertemuan
meja bundar bersama Kingsmen lainnya
sama sekali lagi apabila tidak memenuhi tuntutan tersebut.
Terlepas dari itu, hari ini
para Kingsmen didatangkan seorang
pemateri yang melegenda. Dia sang ‘Kuda Hitam’ kini hadir ditengah para Kingsmen untuk menurunkan pengalaman dan
pengetahuannya yang sudah sangat banyak dalam membela tanah pangripta. Hari ini
materinya berkenaan dengan sosok seorang Danlap yang harus bisa membawakan
materi nanti di lapangan dengan menggunakan berbagai strategi dan siasat yang sudah
direncanakan dengan sangat matang. Namun untuk bisa mendapatkan serta mematangkan
strategi dan siasat tersebut, seorang Danlap harus memiliki satu keahlian
khusus yang harus bertaraf lebih tinggi dibandingkan orang – orang disekitarnya,
yakni berpikir Kritis dan Komprehensif. Berpikir Kritis memiliki arti bahwa
kita seorang Danlap harus berpikir secara mendalam dalam memahami suatu isu
atau masalah. Parameter seseorang sudah berpikir Kritis atau belum adalah orang
tersebut sudah menjiwai 3 hal dalam pola pikirnya atau belum, yakni Intuitif,
Evaluatif dan Kreatif. Intuitif adalah berusaha mendeteksi keberadaan dan
memahami isu dan permasalahan yang ada disekitar kita. Evaluatif adalah selalu
memaparkan gagasan disertai gerakan pasti yang nyata dan solutif dalam
menanggapi masalah tersebut. Kreatif adalah berusaha untuk senantiasa berpikir
rasional dan memanfaatkan logika, mengombinasikan pengetahuan dalam pengalaman,
sehingga seorang Danlap dapat memberikan sebuah kebijakan dan keputusan yang
tidak terkesan bodoh dan sempit. Namun pemikiran yang kritis tidak akan pernah
tertanam dalam pikiran kita apabila kita belum bisa berpikir secara
Komprehensif. Berpikir Komprehensif adalah berpikir secara luas, radikal dan
menyeluruh. Pola pikir yang menuntut kita untuk mengenali suatu masalah tidak dari
satu sudut pandang saja dan mendalam hingga ke akarnya. Dengan adanya dua pola
pikir tersebut, seorang Danlap di lapangan akan dapat merespon suatu masalah
yang terjadi dengan cepat tanggap dan tepat tanggap serta dapat meningkatkan keseganan
peserta terhadap pribadi Danlap tersebut. Keseganan tersebut akan timbul seiring Danlap tersebut dapat menyikapi permasalahan yang sedang terjadi di tengah
peserta dengan tindakan maupun kebijakan yang beresensi mendalam, rasional dan
pendapatnya tidak terkesan sempit. Begitu pula pada masa persiapan dengan tim
mamet akan dapat memberikan saran metode yang mungkin lebih baik serta pertimbangan
– pertimbangan yang tidak sempat dipertimbangkan oleh tim mamet. Dan terlepas
dari hal – hal tersebut, berpikir Kritis dan Komprehensif adalah dasar pola
pikir yang harus dimiliki seorang perencana itu sendiri.
Dari materi ini pun saya sadar dan merasa bahwa saya harus menceritakan apa – apa yang selama ini menghambat
kinerja dan performa saya dalam mengikuti sekdan ini. Saya harus membantu sang
Ratu dan rekan – rekan saya yang lain untuk berpikir Kritis dan Komprehensif
dalam menyikapi saya yang merupakan salah satu biang kerok permasalahan di
angkatan karena adanya tuntutan eksternal tersebut. Dan begitulah yang terjadi
hari ini.. Ketentraman dan kemuliaan kembali hadir pada meja bundar para Kingsmen.. Perjuangan masih panjang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar